Monday, 1 February 2021

Mengenal virus NIPAH serta gejala dan penularannya

 


Mengenal virus NIPAH serta gejala dan penularannya

Oleh: Zainur roziqin

Belum selesai penanggulangan covid 19, kini telah beredar diberita medsos munculnya virus Nipah. Berdasarkan data dari CNN prediksi tingkat angka kematian disebabkan virus nipah mencapai 75 persen.

Virus Nipah (NiV) adalah virus zoonoisis yang dapat menular dari hewan seperti babi dan kelelawar kepada manusia.

Berdasarkan kejadian wabah nipah di Banglades, virus nipah berasal dari inang kelelawar buah yang bertransmisinya, melalui air liur kelelawar atau hewan yang terinveksi.

Dilansir dari CNN, beberapa orang yang terinveksi umumnya mengalami gejala awal nipah dengan adanya demam, sakit kepala, muntah sakit tenggorokan dan nyeri otot. Gejala ini biasanya diikuti dengan kesadaran yang berubah, kantuk, dan tanda-tanda neurologis.

Selain itu masa inkubasi dari nipah juga semakin mengkhawatirkan khalayak umum. Menilik  ulasan yang di muat di komapas.com, masa inkubasi nipah lebih lama daripada Covid 19, yakni 4-14 hari bahkan laporan terbaru menyebutkan 45 hari.

Penularan nipah berdasarkan kejadian wabah yang pernah terjadi di negara lain berbeda-beda, Selama terjadinya wabah nipah di Banglades, penularan terjadi melalui mengkonsumsi buah yang kemungkinan telah terkontaminasi nipah melalui urine atau air liur kelelawar buah.

Di Malaysia seseorang yang terinveksi nipah desebabkan oleh interaksi langsung dengan babi yang sakit. Sehingga hal ini diperkirakan menjadi salah satu penyebab cepatnya penularan nipah terhadap manusia.

Laporan terakhir juga menyebutkan, nipah bisa menular melalui manusia ke manusia. Jelasnya orang yang telah terinveksi nipah memungkikan terjadinya penularan terhadap  tenaga medis atau keluarga pasien nipah.

Friday, 1 January 2021

TAHUN BARU 2021, KEAAMANAN PESANTREN TEGASKAN KEMBALI SOAL PENGABSENAN



TAHUN BARU 2021, KEAAMANAN PESANTREN

TEGASKAN KEMBALI SOAL PENGABSENAN

Oleh : Mukhlis Akmal Hanafi 

       Tahun baru masehi merupakan momentum dalam satu tahun sekali yang pada umumnya akan diisi dengan berbagai macam kegiatan pribadi. Event tahunan dalam menyambut Malam Tahun Baru pun sudah sering digelar, misalnya saja pembakaran petasan yang biasanya momentum ini akan hadir saat pelepasan jam 12 malam, ada juga yang sibuk mengadakan pertemuan kecil-kecilan yang meliputi bakar bakar jagung, masak masak, sampai ada juga yang ditemani oleh seorang pasangan.

       Kurang afdol rasanya jika dalam momentum tahun baru ini pondok pesantren tidak bisa ambil peran dalam bidang pengamanan khususnya perihal pengabsenan. Ya pondok pesantren raudlatul ulum 1 yang di dirikan tepat pada tahun 1949 itu sudah sangat kental dengan sebuah pengabsenan malam, setiap ada kejadian yang memiliki potensi besar santri melanggar akan ada beberapa proses yang harus santri lakukan. Misalnya saja “santri tidak boleh keluar dan wajib melakukan pengabsenan” tentunya jika ketahuan melanggar akan ada sanksi yang setimpal.

       Jika menilik ke belakang kita juga tidak bisa mengambil keputusan, ada juga santri yang melanggar dan ada juga santri yang lebih memilih diam. Keputusan diatas diambil, bukan juga tanpa alasan. Tentunya demi sebuah pengamanan dan ketertiban.

       Berbeda dari sebelum-sebelumnya. Jika di tahun sebelumnya pengabsenan menggunakan pengabsenan di musholla, dikumpukan, setelah itu dipanggil satu persatu. Sekarang  pengabsenan dilakukan di kantor pesantren menggunakan simatren, aplikasi berbasis wabsite yang di kelola langsung oleh gus abdurrohim said.

Pengabsenan di tahun ini jauh dari kata peningkatan, jauh lebih simpel dan tidak begitu menguras tenaga keamanan, lebih-lebih lagi ada fitur yang begitu membantu bagi keamanan, salah satunya santri yang tidak hadir juga dapat ditemukan dengan mudah.

       Keamanan juga menegaskan beberapa poin penting, meliputi ketidakhadiran, dan sakit yang diderita santri. Bagi santri yang sakit harus menitipkan pesan melalui ketua kamarnya dengan membawa surat sakit sebagai bukti nyata.

            Proses pengabsenan berjalan dengan lancar dengan data yang dikumpulkan. Beberapa santri ada juga yang tidak ikut dalam pengabsenan. Jumlah santri sekarang mencapai 439 santri dengan pengurus, dan santri yang tidak ikut dalam pengabsenan mencapai 10 orang atau lebih.

Monday, 30 November 2020

SEKIAN LAMA TERTUNDA AKHIRNYA PERPUSTAKAAN DIBUKA (Berita Pondok)

Perpustakaan PP. Raudlatul ulum 1 Ganjaran Gondanglegi Malang

SEKIAN LAMA TERTUNDA
AKHIRNYA PERPUSTAKAAN DIBUKA

Oleh: Mukhlis Akmal Hanafi


Setelah sekian lama tertunda akhirnya perpustakaan PPRU1 buka juga. Penantian panjang mengharuskan Gus Abdurrohm Sa'id angkat bicara. Beginilah nasib yang sedang terjadi di perpustakaan kita. 

Kepala pesantren mengusulkan ingin segera perpustakaan itu dibuka, dengan harapan meningkatkan kualitas baca dan informasi yang telah beredar dimana-mana. Perpustakaan yang terletak dibagian tengah-tengah pondok pesantren itu pun sudah jadi bahan lapak baca dari masa ke masa, hingga santri bisa dengan mudah mengakses hal-hal yang belum diketahui sebelumnya. Teman-teman santri yang ingin membaca atau hanya sekedar mencari kaidah fiqih yang belum terpecahkan pun jadi acuan atau keputusan terakhir yang harus santri terima. 

Keputusan diatas memaksa orang yang bersangkutan menemukan titik final dengan berbagai macam program dan pertimbangan. Meliputi program baca dan jam buka perpustakaaan. Sampai program tanya jawab seputar fikih atau permasalahan yang berkaitan dengan finansial yang nantinya pertanyaan beserta jawabanya di liput dalam media akhbar. dalam hal ini bidang taklimiyah berusaha bekerja sama dengan bidang publikasi. 

Selanjutnya; program yang tak kalah menarik diatas adalah  melihat film di malam jum'at yang ini sudah sering santri dengar dan merupakan kegiatan rutin yang entah dari kapan awal mula diadakanya. Ini merupakan angin segar bagi teman-teman santri yang ingin sekali mengisi ruang kekosongan di malam jum'at, sekedar refres otak kiri melihat bioskop dengan membeli uang tiket ke orang yang bertanggung jawab. Dalam hal ini ust rofi'i selaku pimpinan perpustakaan menegaskan, bahwa biaya tiket untuk bioskop malam jum'at sekitaran 2 ribu. Harganya pun bisa saja meningkat jika kondisinya sudah berubah dan memungkinkan. 

Sebagaimana perpustakaan pada umumnya. Perpustakaan pondok pesantren raudlatul ulum1 juga memiliki buku langka dan buku arsip yang masih dikenang dan tersimpan rapi di rak lemarinya. Salah satu yang masih tersisa adalah buku AMANAH yang merupakan buku kajian santri tahun 80an yang pimpinan redaksinya adalah KH. Hanafi Kholil. 

Kh hanafi kholil merupakan generasi pertama yang sangat antuis dalam membaca dan di nobatkan sebagai pustakawan oleh teman-temannya. Begitulah tulisan dari Gus Ma'ruf khozin dalam postingan facebooknya.

Jam buka perpustaakan adalah saat jam kegiatan malam sudah selesai. Tepatnya jam 10:00. Dan jam tutup perpustakaan saat jam sudah terlampau malam, tepatnya jam 12:30 demikianlah imbuhnya Ust anas sebagai wakil pimpinan perpustakaan.

Tentu ini merupakan angin segar dan berita yang masih hangat. Bagaimana tidak.  Perpustakaan yang berlokasi pas disamping daerah D itu resmi dibuka kembali sejak awal bulan november lalu (12-Nov-2020). Dan tentunya itu, mendapatkan dukungan penuh dari kepala pesantren beserta jajarannya.

Pimpinan perpustakaan Ust Rofi'i dan Ust Anas sangat antusias untuk membuka kembali perpustakaan. Dengan harapan membuka kembali cakrawala santri di bidang baca dan menulis. Untuk sementara proses peminjaman masih belum dibuka secara resmi. Peminjamannya hanya bisa dibaca di perpustakaan saja. 

Apa yang harus diperbaiki? bukti perombakan dan perbaikan katalog menjadi aktor penting yang harus diketahui bersama. Data buku perpustakaan yang beberapa dari bukunya dipinjamkan dan hilang. sampai tata letak dan updating buku yang belum sepenuhnya tersimpan. 

Selain itu ada beberapa info menarik tentang system management perpustakaan yang memuat semua yang berkaitan dengan pengelolaan perpustakaan. Mulai dari pendataan katalog buku, data anggota serta data pengunjung khusus untuk perpustakaan. Yakni management perpustakaan yang berbasis wabsite. SLIMS.

SLIMS adalah wabsite berbasis online yang khusus untuk menangani system managament perpustakaan. SLiMS (Senayan Library Management System) merupakan sistem automasi perpustakaan sumber terbuka (open source) berbasis web yang pertama kali dikembangkan dan digunakan oleh Perpustakan Kemendikbud. Aplikasi ini digunakan untuk pengelolaan koleksi tercetak dan terekam yang ada di perpustakaan. Ada beberapa menu yang sangat membantu bagi perpustakaan. Salah satunya adalah daftar pengunjung dan buku yang tersimpan di perpustakaan.

Yang tak kalah menarik dari aplikasi ini adalah menu Sirkulasi. Menu ini sangat membantu sekali khususnya untuk staf perpustakaan bagian administrasi peminjaman buku, karena memberikan kemudahan dalam pendataan dengan menggunakan scan barcode tanpa harus mengetik satu per-satu.

Selengkapnya Di websaite SLIMS: https://slims.web.id/web/

Thursday, 29 October 2020

LIBURAN MAULID DITIADAKAN! MEMBUAI BANYAK KEBERKAHAN. AMIN

Oleh: Idris Jazuli

foto masayikh  PPRU1 dan para gus PPRU1

 

Maulid Nabi merupakan tradisi yang berkembang di masyarakat Islam jauh setelah Nabi Muhammad  wafat. Secara subtansi, peringatan ini adalah ekspresi kegembiraan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad.Serta puncak keemasan islam sebab kenabian muhammad adalah satu-satunya manusia pilihan. Oleh sebab itu ekspresi kegembiraan itu dilahirkan dipodok pesantren raudlatul lum 1 ganjaran, dengan harapan mendapatkan syafa’at dari nabi serta membuai angin segar bagi santri yang liburnya ditiadakan.

Pada momen maulid nabi muhammad SAW. tersebut yang dilaksanakan di aula lantai dua padam jam 19:30 tepatnya setelah sholat isyak malam 12 robi’ul awwal 28 oktober 2020,  alhamdulillah di hadiri  pengasuh ppru1kh mukhlis yahya, kh nasihuddin khozin, kh abdurrohman sa’id, kh muhammad adip mursyid, gus abdurohim sa’id, gus muhammad syarif hidayatullah sa’id, sebagian juga para agus agus muda gus amor , gus  ama’ dan gus shofi. Acara mauild tersebut juga di meriahkan oleh grub as syafa’ah ppru1 yang tak jauh berbeda dengan grub sholawat terbesar lainnya.

Acara berlangsung dengan khusu’ dan khidmat serta meriah dengan pembacaan sholawat simtudduror yang di bawakan grub as syafa’ah yang dikomandoi gus syarif dan pembacaan  fihubbi yang dipimpin langsung oleh kh nasihuddin khozin, kemudian di iringi dengan mauidhotul khasanah yang disampaikan oleh kh abdurrohman sa’id, dan di sempurnakan dengan do’a yang di pimpin oleh kh mukhlis yahya.

Dalam mauidhotul hasanah kh abdurrohman sa’id, yang dikenal juga dengan sebutan gus dur. beliau menyampaikan tentang keagungan nabi muhammad dan banyak pujian pujian tertulis dalam kitab kitab maulid karangan para ulama’ termasuk kitab simtudduror karangan habib al habsyi dan masih banyaklagi kitab kitab lainnya. tapi itu semua tidak bisamenjelaskan keagungan nabi secara sempurna bahkan menurut penyampain beliau gus abdurrohman sa’id, andai saja alam dan seiisinya ini tinta yang dibuat  untuk menulis keagungan nabi muhammad pasti tidak akan cukup dan tidak akan selesai  selesai, karena allah sendiripun memuji keagungan  nabi muhammad. Dan beliau gus abdurrohman menjelaskan semua maulid maulid di tulis untuk thaswiqhon lissami’mengenalkan terhadap pendengar  agar kita bisa lebih mudah menjangkau maqom mahabbah kecinta’an terhadap nabi muhammad SAW.

Sebelum do’a di lantunkan kh mukhlis yahya, beliau  bercerita dibulan yang telah lewat, tepatnya di malam sebelum pelantikan rektor barual qolam yang dilaksanakan pada hari sabtu, romo kh mukhlis bermimpi dua masyayikh yang juga termasuk salah satu penggagas berdirinya  al qolam yakni kh yahya syabrowi dan kh usman mansur bululawang, di dalam mimpinya beliau kh mukhlis melihat dua kiyai ini berada di halaman al qolam, dan  di sekelilingnya banyak para mahasiswa al qolam sedang beraktivitas, dua masyayikh ini berdialog tentang al qolam sampai kh usman mansur menurut cerita beliau dalam mimpinya berdo’a yang bunyi do’anya

:اللهم بارك في هذا العلوم الي يوم الاخر

dan lafat do’a ini sangat jelas sekali terdengar dalam mimipinya beliau, dan beliau berpesan pada santri ppru1untuk menyelesaikan pendidikannya sampai selesai kalau bisa sampai lulus sarjana al qolam, dan beliau selalu meyertai dalam do’anya, kesuksesan santrinya yakni mendapat kemanfa’atan ilmu dan kebarokahhan ilmu.

 

 

 

 MEDIA SANTRI: SARANA TEMPAT MENCARI SOLUSI

 

Friday, 23 October 2020

PPRU 1 Kembali Adakan Upacara Hari Santri Nasional

 

PPRU 1 Kembali Adakan Upacara Hari Santri Nasional;

Ada yang Berbeda Tahun Ini

PPRU 1 Kembali Adakan Upacara Hari Santri Nasional;
Oleh: Syifa’ur Romli

Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional, Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 (PPRU 1) Ganjaran, Gondanglegi, Malang kembali mengadakan upacara bendera yang digelar di halaman Kantor Pesantren, Kamis (22 Oktober 2020) Kemarin.

Acara yang hampir setiap tahun diadakan sejak disahkannya pada tahun 2016 tersebut, kali ini dihadiri oleh tamu undangan asatidz Madrasah Diniyah serta beberapa dewan pengasuh di antaranya Gus. Abdur Rohim Sa’id (Kepala Pesantren PPRU 1) untuk turut memeriahkan dan mensyukuri hari yang menjadi ikon kebanggan pesantren Nusantara itu. Di sisi lain, para santri tak lepas menjadi komponen utama di dalamnya.

Ada beberapa hal yang berbeda pada gelaran upacara Hari Santri Nasional (HSN) tahun ini. Pasalnya, jika tahun sebelumnya upacara di-handle oleh pengurus pesantren bersama staf Madrasah Diniyah Raudlatul Ulum 1, kali ini kelompok PKLI (Praktik Kerja Lapangan Integratif) IAI Al-Qolam yang diketuai oleh Ust. Ihya’ul Ulum lah yang berperan sebagai penangung jawab acara sejak awal persiapan hingga selesai dilaksanakan.

Wabah Covid-19 yang tak kunjung menemukan titik selesainya turut memberika warna berbeda dalam gelaran upacara tahun ini. Diamana seluruh santri dan peserta upacara harus menjalankan protokol kesehatan di antaranya memakai masker. “Semua itu dijalankan dalam rangka mejaga kesahatan para santri dan civitas pesantren dari bahaya virus Corona sekaligus menaati peraturan pemerintah” Ujar BangAmir Najib (Ketua PanitiaUpacara Hari Santri Nasional PPRU 1) dalam wawancara yang dilakukan tim Publikasi kemarin.

Selain itu, peserta yang terdiri seluruhnya dari santri PPRU 1 kali ini, terbilang jauh lebih banyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, lembaga pendidikan formal baik tingkat MI/MTs ataupun MA sederajat yang biasanya turut mengadakan upacara bendera dalam rangka Hari Santri Nasional di sekolah masing-masing serta mewajibkan siswanya untuk upacara di sekolah, kali ini tidak mengadakan upacara sebab terkendala wabah Covid-19. Akhirnya semua santri harus mengikuti kegiatan upacara di pondok pesantren.

Inspektur Upacara yang dalam hal ini dipimpin oleh Ust. Ahmad Sholeh menegaskan dalam amanatnya; “Bahwa 22 Oktober merupakan tanggal disahkannya oleh presiden sebagai Hari Santri Nasional”. Selain itu Ustadz. Ahmad Sholeh Juga merefleksikan histori tercetusnya resolusi jihad Nahdlatul Ulama’ yang diinisiasikan oleh Ra’is al-Akbar NU; KH. Hasyim Asy’ari yang juga bagian besar dari tokoh kemerdekaan serta kepesantrenan.

Di sisi lain, sosok yang juga menjabat sebagai wakil kepala tersebut juga menegaskan kembali bahwa santri adalah bagian besar dari pemilik aset kemerdekaan Indonesia. Menekankan jiwa Nasionalisme terhadap setiap santri, termasuk mendalami makna Bhineka Tunggal Ika kepada para santri, bahwa santri tidak boleh membeda-bedakan status sosial, ekonomi maupun domisili antar sesama. Pada akhir amanatnya, Ustadz Sholeh menutup dengan pesan “Berbanggalah Menjadi Santri”.

Pada penghujung acara, protokol upacara yang dipandu oleh Muhammad Farhan memohon kepada Gus. Abdur Rohim Sa’id untuk memimpin do’a penutup dimana kemudian Muhammad Khoiron sebagai Pimpinan Upacara membubarkan seluruh peserta. Upacara dilaksanakan dalam keadaan khidmat dan penuh penghayatan.[Red]


MEDIA SANTRI: SARANA TEMPAT MENCARI SOLUSI



Saturday, 5 September 2020

PERESMIAN BRONCAPTERING OLEH BUPATI MALANG - NAFAS SEGAR BAGI PARA SANTRI PPRU 1


PERESMIAN BRONCAPTERING OLEH BUPATI MALANG
Oleh: Syifa’ur Romli, S.H,.

Sabtu, 05 September 2020 Pukul 14.09 WIB kemarin merupakan momen sergukan nafas segar bagi civitas Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 Ganjaran, Gondanglegi, Malang. Pasalnya, pada hari itu telah dilaksanakan peresmian broncaptering (Bangunan Penangkap Air Baku Dari Mata Air)oleh Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, M.M, yang rencananya akan dicanangkan sebagai alternatif pasokan air bersih Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 Ganjaran.
            Berlokasi di kawasan wisata Sumber Buring, Desa Sumber Sira, Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang, peresmian tersebut juga dihadiri oleh beberapa tokoh masyarakat setempat di antaranya perangkat desa Sumber Jaya dan desa Ganjaran. Juga dihadiri langsung oleh KH. Mukhlis Yahya (Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1), KH. Ahmad Madarik Yahya serta para santri.
            Broncaptering yang selesai dibangun selama tiga bulan lalu serta menghabiskan dana sebesar Rp. 25.000.000,- (bantuan dari Bupati Kabupaten Malang) yang merupakangalian sumber mata air sedalam 2,5 meter tersebut selanjutnya akan disalurkan guna memenuhi pasokan kebutuhan debit air dan air bersih Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 Ganjaran guna kebutuhan mandi dan minum para santri.
PERESMIAN BRONCAPTERING OLEH BUPATI MALANG
Antusias Para Santri Dalam Acara Peresmian Sabtu, 05 September 2020
Menurut Ustadz Bashuni Ghofur “Sejak dahulu, Pondok Pesantren sering mengalami kendala air mati dan kotor dimana hal itu kerap menjadi hambatan bagi kondusifitas kegiatan santri di pesantren. Belum lagi kondisi air kotor kerap mendatangkan berbagai penyakit bagi para santri. Maka alternatif Broncaptering ini layak menjadi nafas segar bagi para santri khususnya, serta seluruh civitas Pondok Pesantren secara umum.” Ujar alumni sekaligus tokoh masyarakat Desa Ganjaran yang juga merupakan bagian di balik pembangunanbroncapteringtersebut.
            Proyeksi kedepan, tindak lanjut irigasi dari broncapteringmenuju Pondok Pesantren tersebut akan ditunjang dengan dana bantuan dari Bupati Malang kurang lebih sebesar Rp. 200.000.000,-bahkan akan ada tambahan sehingga laju air bersih benar-benar bisa sampai ke pesantren.Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, M.M, menyampaikan dalam sambutannya; “Program broncaptering ini direncanakan untuk pengadaan air bersih, bila memungkinkan(telah mencukupi dan melebihi pasokan air PP. Raudlatul Ulum 1 Ganjaran) masyarakat Sumber Jaya dan Ganjaran bisa dinaikkan lagi. Namun penggunaan air ini semata adalah penunjang kebutuhan kemanusiaan” Ucap beliau yang juga merupakan Alumni Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 Ganjaran tersebut.
           
PERESMIAN BRONCAPTERING OLEH BUPATI MALANG
KH. Mukhlis Yahya Memimpin pembacaan do'a
Di penghujung acara, pembacaan do’a dan shalawat yang dipimpin oleh KH. Mukhlis Yahya dan KH. Ahmad Hariri Yahya dijadikan sebagai momen paripurna sebagai bentuk permohonan berkah (Tabarrukan) sebelum seluruh rangkaian acara peresmian broncaptering tersebut diakhiri dengan pemotongan pita sebagai simbolik oleh Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, M.M,. [Red]

Friday, 17 August 2018

Upacara Bendera - Uforia Kemerdekaan Indonesian ala Santri Raudlatul Ulum 1

Upacara Bendera - Uforia Kemerdekaan Indonesian ala Santri Raudlatul Ulum 1
Potret: Pengibaran Bendera Merah Putih pada Upacara HUT RI ke-73
Raudlatul Ulum 1Suasana berbeda terjadi pada hari Jum'at (17 Agustus 2018) kemarin. Tidak sebagaimana biasanya terjadi di PonPes Raudlatul Ulum 1 Malang. Pasalnya, hari itu bertepatan dengan peringatan HUT ke-73 Republik Indonesia. Santri yang biasanya menghabiskan waktu libur kegiatannya dengan bermain bola, bersantai sembari menghabiskan waktu untuk tidur pulas serta ada pula yang bersenda ria melepas rindu bersama para keluarga (jika dikirim. Jawa; Kiriman) kemarin tidak terlihat lagi.

Yang ada hanya pemandangan berwarna biru putih serta ada sebagian yang berseragam rapi dan khusus. Mereka diharuskan mengikuti upacara bendera demi memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia. Dengan keadaan yang serba terbatas, tak ada alasan apapun untuk menghalangi para santri untuk turut merayakan hari paling bersejarah untuk bangsa ini.


Meskipun tak didampingi sanak keluarga. Upacara hari kemenangan itupun dijalani dengan penuh uforia kemenangan, kebersamaan, khidmat dan penuh kegembiraan.

Momen yang diselenggarakan atas kerja sama Madrasah Diniyah Raudlatul Ulum 1 Putra dan PonPes Raudlatul Ulum 1 itu berlangsung dengan tertib. Upacara dimulai tepat pada jam 07.00, setelah sebelumnya dilakukan gladi resik.
Upacara Bendera - Uforia Kemerdekaan Indonesian ala Santri Raudlatul Ulum 1
Pembina Upacara HUT RI ke-73 PPRU1: Gus. Abdur Rohim Sa'id
Gus. Abdur Rohim (Kepala Pesantren PPRU1 PA) sebagai pembina upacara memberikan amanat "Mari kita jadikan momen kemerdekaan bangsa Indonesia ini sebagai momen untuk kita semua agar senantiasa selalu giat dalam melaksanakan kegiatan pondok pesantren, serta menjauhi apa yang dilarang oleh pondok pesantren".

Ust. Abdur Rofik yang juga salah satu penyelenggara acara upacara bendera tersebut melakukan kerja sama dengan NUtizen untuk bersediara mensponsori acara tersebut dan berkenan melnayangkan Live Streaming di salah satu FansPage ternama itu.

Upacara bendera diikuti oleh hampir seluruh santri Raudlatul Ulum 1 Putra, dewan pengurus, dewan asatidz Madrasah Diniyah dan beberapa tamu undangan. Para santri secara serentak berseragamkan baju putih, songkok putih dan atribut wajib sarung biru ala PPRU 1. Terkecuali petugas upacara, yang bercelana hitam dan bersongkok nasional hitam juga. Semua berjalan lancar tanpa adanya hambatan.
Upacara Bendera - Uforia Kemerdekaan Indonesian ala Santri Raudlatul Ulum 1
Uforia para santri PPRU1 ketika mengikuti upacara bendera HUt RI ke-73
Selain lagu wajib Indonesia Raya tatkala pengibaran sangsaka Merah Putih, ada beberapa lagu yang turut dinyanyikan dalam acara tersebut. Diantaranya Ya Lal Wathon, Hiymne Madrasah dan 17 Agustus 1945. Demikian sebab adalah ciri khas santri. Khususnya pula santri NU. Pada penghujung upacara, do'a dipimpin oleh Ust,. Khoiron Halim dan diakhiri dengan potong tumpeng bersama. [Red]

Sunday, 5 August 2018

#Info Pesantren - Cuaca Dingin Mencapai 18' C, Santri Tetap Aktif

#Info Pesantren - Cuaca Dingin Mencapai 18' C, Santri Tetap Aktif
Suasana Pagi PP. Raudlatul Ulum (Suhu mencapai 18' Celcius)
PPRU1.NET-Akhir-akhir ini daerah Malang dan Kabupaten Malang tengah dilanda musim kemarau. Akibatnya, intensitas suhupun semakin menurun dan membuat cuaca menjadi sangat dingin. Bahkan bisa dikatakan cuaca dingin kali ini sangat berbeda dengan biasanya.

Hal itu terbukti sejak (Senin, 6/8/2018). Berdasarkan berita yang dilansir oleh situs Berita ter-Update Detik.com, cuaca di daerah kab. Malang mencapai titik suhu 19' - 18' Celcius. Penyebab utamanya adalah tengah adanya musim kemarau. Sehingga, suhu diperkirakan masih akan turun sampai titik 14' Celcius hingga akhir bulan Agustus 2018.

Dengan adanya duhu yang tak umum terjadi di daerah yang biasanya panas dan hangat tersebut tersebut, membuat penduduk kab. Malang termasuk penduduk santri PP Raudlatul Ulum 1 menjadi resah. Pasalnya, mereka harus menjalani kegiatan yang super padat dengan kondisi tubuh diuji dengan dinginnya cuaca.


Terlebih lagi menghadapi kegiatan ketika suhu dingin mencapai titik puncak dinginnya; dinihari - pagi. Mereka diharuskan tetap menjalani kegiatan semenjak mata mereka terbuka jam 04.00 - 07.00 tentunya dengan sengatan dingin yang menyayat. Kendati demikian, mereka tetap dikawal untuk selalu konsisten dalam melakukan kegiatan oleh pihak pengurus.

#Info Pesantren - Cuaca Dingin Mencapai 18' C, Santri Tetap Aktif
Nadzoman Bersama - Terlihat ekspresi semangat santri meski disengat dingin
Sholat jama'ah Shubuh menjadi awal mereka harus menahan pedihnya menjadi bakal seorang ulama' dan pilihan Allah SWT. Sekalipun mereka harus sulit sekali untuk dibangunkan sebab dinginnya hawa dan enggan menyentuh air. Hal itu pula yang menjadi beberapa beban dan hambatan bagi pengurus keamanan yang bertugas penting membangnkan mereka. Kendati demikian, semua berjalan lancar.

Tak berhenti di sholat jama'ah, mereka diharuskan mengaji kitab Tafsir al-Jalalain dan mengaji al-Qur'an (bagi kelas ula), dilanjut dengan nadzoman bersama. Dengan posisi tangan yang selalu berdekap serta badan menggigil tertutup sorban, mereka tetap semangat dan insyaAllah akan selalu semangat. [Red]

Wednesday, 25 July 2018

KBIH As-Syafa'ah - Tahun Ini, Memegang Rekor Jama'ah Haji Terbanyak

KBIH As-Syafa'ah - Tahun Ini, Memegang Rekor Jama'ah Haji Terbanyak

Jamaah Haji As-Syafa'ah - PPRU 1

KBIH As-Syafa'ah -Sejumlah 146 jama'ah haji Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) As-Syafa'ah diberangkatkan kemarin (Senin, 23 Juli 2018) dari Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1, Ganjaran, Malang. Jumlah ini merupakan jumlah terbanyak dari tahun-tahun sebelumnya.

KBIH yang dibimbing langsung oleh salah satu dewan pengasuh PonPes Raudlatul Ulum 1; KH. Ahmad Hariri Yahya ini berangkat dengan nomor kloter 23 dan memiliki rombongan berjumlah sebanyak 4 bus pariwisata kelas A.
KBIH As-Syafa'ah - Tahun Ini, Memegang Rekor Jama'ah Haji Terbanyak
Sholat Dhuhur Berjamaah menjelang keberangkatan jamaah
Prosesi pemberangkatan berjalan dengan lancar serta aman terkendali. Hal ini tak lepas dari usaha panitia pemberangkatan jamaah haji yang terdiri di antaranya dari pengurus pesantren sebagai petugas birokrasi, Banser gondanglegi sebagai pengaman dan pihak kepolisian sebagai keamanan pemerintah daerah.

Baca Juga: Nonton Bareng Piala Dunia Ala Santri? Yang Penting Happy!

Selain jumlah jama'ah haji yang lebih banyak dari pada tahun sebelumnya, ada yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Antara lain; tersedianya pos penukaran uang rupiah-real yang diselenggarakan atas kerja sama panitia dengan Bank Syari'ah Mandiri Malang. Hal ini memudahkan sekaligus menambah fasilitas kenyamanan para calon jamaah haji.

KBIH As-Syafa'ah - Tahun Ini, Memegang Rekor Jama'ah Haji Terbanyak
Salah satu jamaah haji beserta pengantarnya
Akibat jumlah jama'ah haji yang semakin melunjak, kemacetan tak kuasa dihindarkan lagi. Hal ini terjadi akibat jumlah kendaraan pengantar sekaligus para sanak keluarga jama'ah yang turut mengantar kepergian para calon jama'ah haji dalam menunaikan ibadah haji menuju tanah suci.

Tidak ada kasus kehilangan atau kejadian yang tidak diinginkan lagi dalam pemberangkatan jama'ah haji tahun ini. Semua berjalan lancar dan aman terkendali.

KBIH As-Syafa'ah - Tahun Ini, Memegang Rekor Jama'ah Haji Terbanyak
Terlihat petugas banser dan kepolisian dalam menertibkan keamanan
"Alhamdulillah, sekalipun jumlah jama'ah haji semakin bertambah signifikan, namun tak didapatkan hal-hal yang tak diinginkan pada tahun ini. Semua berkat kerja sama antara panitia, banser, kepolisian dan warga setempat sendiri" Ujar P. Shinwani (petugas Banser) kala diwawancarai Tim Publikasi kemarin. [Red]

Monday, 12 March 2018

Secarik Kisah di Balik Duka Sore Itu - Alm. KH. Ahmad Sa'id Yahya

Secarik Kisah di Balik Duka Sore Itu - Alm. KH. Ahmad Sa'id Yahya
Oleh: Syifa'ur Romli (Ketua. Dev. Publikasi PPRU 1)
Raudlatul Ulum Berduka - "Beliau (KH. Ahmad Sa'id Yahya) adalah sosok yang ikhlas. Penuh dengan kesederhanaan. Dan InsyaAllah tidak memiliki prasangka buruk terhadap siapapun." Dawuh KH. Madarik Yahya (Adik kandung Alm. KH. Ahmad Sa'id Yahya) dalam mau'idloh kesaksian jenazah sebelum jenazah Kyai dikebumikan.

Kata-kata kesaksian terakhir itu membuat seluruh jamaah sholat jenazah tersentuh hatinya. Suasana isak tangis para santri menjadi lantunan nada kehilangan yang memenuhi seluruh isi masjid As-Syafi'iyah. Kehilangan sosok guru kharismatik yang selalu mengajarkan santrinya betapa arti ikhlas dalam kesederhanaan.

Dalam sakit stadium akhir yang diderita beliau selama hampir tiga minggu, ada beberapa Hikayah penuh hikmah untuk kita petik menjelang akhir hayat beliau kemarin, 12 Maret 2018 tepatnya di Rumah Sakit Umum Dr. Syaiful Anwar, Malang.

Dalam beberapa wawancara yang dilakukan oleh Tim Publikasi terhadap salah seorang santri yang kebetulan bertugas untuk menjaga beliau, didapatlah cerita berikut:

"Pagi itu, selepas melaksanakan ibadah sholat shubuh, Kyai (Sebutan Alm. KH. Ahmad Sa'id Yahya) tak lagi menyenyakan diri untuk tidur. Beliau lebih banyak terduduk dari tidur yang tak sempat beliau pejamkan matanya. Dengan rogohan nafas yang selalu diikuti kata "Laa Ilaaha Illallah, Muhammadun Rasulullah" hanya kata itu yang selalu beliau istiqomahkan semenjak awal sakit yang menyebabkan beliau wafat.

Sebenarnya Kyai sudah direncanakan oleh pihak keluarga untuk dipindahkan ke RSI (Rumah Sakit Isam) Gondanglegi hari itu juga. Dimana semua keperluan sudah dikemas. Dan sayang dengan adanya kabar akan dipindahkannya tersebut, dokter RSSA sudah jarang berkunjung ke kamar dengan berbagai penundaan tatkala hendak dimintai penanganan.

Dengan perasaan kasih sayang, Gus. Abdur Rahman Sa'id (putra beliau) menawarkan untuk memberikan sarapan kepada beliau. Dan hanya satu-dua suap yang beliau dahar. Setelahnya beliau tak lagi berkata apapun melainkan kalimat syahadat.

Pagi tiba berwajah cerah. Seperti biasa, Kyai bertanya mengenai dokter yang biasa merawatnya. "Kemmah dokterah mak lok teng deteng?". Tanya beliau kepada putranya. Tanpa jeda, putra beliau langsung menanyakan terhadap pihak perwat akan permohonan perawatan sedot cairan. Namun, tempolah yang menjadi jawaban. Dengan janji jam 10, kemudian jam 1, kemudian tak datang juga.

Dhuhur telah berlalu, Kyai hanya mau meminum air zam zam seteguk dua teguk. Sedang kalimat Syahadat tiada hentinya terlafal dari kedua bibir lemah beliau. Sampai waktu ashar tiba. Dan beliau melakukan sholat Ashar (Adalah sholat terakhir beliau).

Alm. KH. Ahmad Sa'id Yahya (Tetap Sholat Sekalipun Stadium Akhir)
Selepas menunaikan sholat ashar, nafas beliau semakin tak terkontrol. Sesak yang dideritanya bertambah. Dengan bantuan oksigen masker yang mulai dinaikan jua volumenya, beliau tak lagi mau bertidur lunglai. Nafas beliau sudah terengah. Namun menunjukan sifat ketenangan. Sebab mungkin beliau mengetahui bahwa tamu yang dinanti itu telah datang.

Dalam posisi duduk hampir bersila, beliau dipangku dan dirangkul dari belakang oleh Gus. Syarif Hidayatullah (Putra termuda) serta mulai dibacakan untaian ayat Al-Qur'an oleh Gus. Abdur Rahman Sa'id.

Tak lama dokter datang. Memeriksa keadaan Kyai yang mulai memburuk. "Bapak Sa'id sudah dalam kondisi kritis pak, silakan bapak tuntun". Kata dokter dengan wajah penuh kesesalan dihadapan Ahlul Bait. Dengan adanya vonis dari dokter tadi, pecahlah isak tangis yang sengaja sejak tadi ditahan. Tangis khawatir kehilangan.

Gus. Abdur Rohim (kepala pesantren Raudlatul Ulum 1 Putra) adalah putra beliau yang ke empat. Pun putra beliau yang sangat tidak tega dengan keadaan Kyai. Kamar 216 ruang Bougenville pecah dengan tuntunan kalimat Syahadat diiringi dengan rintih tangis kesedihan.

Nafas dingin mengucur dari setiap sudut bagian tubuh Kyai, pucat pertanda malaikat maut mulai mengeluarkan ruh beliu dari bagian bawah. Namun sekali lagi kalimat "Laa Ilaaha Illallah, Muhammadun Rasulullah" tiada henti mengalir dari lisan beliau yang penuh ketenangan. Ruh sudah lepas dari separuh badan beliau.

Hingga pada akhirnya lisan beliau yang mulia sudah berwarna kepucatan. Seakan nafas sudah berada di Hulquwm (tenggorokan) dan lafal Syahadat yang setia mengalir dari kedua bibir beliau. Isak tangis tetap tertahan sembari menuntun beliau. Keringat tiada henti mengucur dari sekujur tubuh.

Akhirnya pada jam 05.00, dengan lantunan kalimat "Laa Ilaaha Illallah, Muhammadun Rasulullah", Kiai dinyatakan telah tiada oleh dokter. Dalam posisi duduk penuh ketenangan beliau dirangkul Gus. Syarif Hidayatullah dan dibimbing Gus. Abdur Rahman Sa'id serta di bawah kesaksian putra putri beliau di atas ranjang kamar 216 lantai dua. Isak tangis yang tak terbendungkan lagi pecah ketika jasad beliau dibaringkan.

Innaa Lillaahi Wa Innaa Ilaihi Rojiuun...

Telah berpulang ke Rahmatullah, KH. Ahmad Sa'id Yahya (Putra Alm. KH. Yahya Syabrowi) Senin, 12 Maret 2018 dengan tenang dan Insyaallah Husnul Khotimah.

Hujan turun menagisi bumi di sekitar daerah celaket RSSA Malang. Jenazah beliau tiba di tempat rumah duka jam 08.00. Sirine ambulance yang dari jauh menyala-nyala bergonta ganti seakan adalah gambaran isi hati para Mu'azziyyin yang penuh gejolak kehilangan, penyesalan, kesedihan dan ketabahan waktu itu memadati Raudlatul Ulum 1.

Prosesi pemakaman Alm. KH. Sa'id Yahya
Pada malam itu jua Jenazah Kyai dimandikan serta disholatkan di Masjid As-Syafi'iyah dalam kapasitas penuh jamaah sholat jenazah. Serta langsung dimakamkan bersebelahan dengan makam Alm. Kyai Hamid Khozin (posisi tepat di belakang masjid).

Ribuan Mu'azziyyin dari kalangan kyai, ustadz, santri, alumni serta penduduk desa turut mengiringi serta mengikhlaskan beliau kembali ke rahmatullah. Bahkan alumni serta santri beliau yang belum sempat berdatangan.

Sore yang turut beduka, melemahkan hati yang keras, mengingatkan satu hal bahwa kematian pasti akan bertamu..

Dengan keadaan seluruh wajah berbasah dan lunglai, semua menanggung beratnya kehilangan sosok guru yang penuh kesederhanaan, ketawadhu'an, serta keikhlasan dan kesabaran beliau. Seraya seluruh isi hati memiliki satu harap "Kyai... Akui Aku Sebagai Santrimu..."

Monday, 19 February 2018

Pembangunan Pondok Pesantren Putri dibantu 130 Alumni

Pembangunan Pondok Pesantren Putri dibantu 130 Alumni
Sebanyak 130 alumni hadir dalam pembangunan asrama Pondok Putri
Oleh: Syif'ur Romli

PPRU 1 Putri-Bertambah pesatnya jumlah santri putri Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 Ganjaran dari tahun ke tahun membuat keadaan asrama santriwati semakin menyesak. Kondisi semacam itu membuat dewan pengasuh harus berfikir kembali untuk kedepannya.

Setelah melakukan banyak pertimbangan, akhirnya dipecahkan beberapa solusi dan jalan keluar antara lain instruksi dari dewan pengasuh KH. Ahmad Hariri Yahya. Yakni menambah unit bangunan untuk digunakan sebagai asrama penginapan pesantren.

Sebenarnya pembangunan asrama baru ini telah dimulai sejak awal bulan Januari. Namun mencapai puncaknya kemarin, (18 Februari 2018). Dengan proses pengecoran yang dihadiri oleh banyak alumni dari masing-masing daerah. Antaranya Sumber Manjing Wetan, Gedangan dan Gondanglegi.

Antusias alumni dalam kerjasama membantu pembangunan tersebut semata-mata hanya mengharap berkah dari para masyayikh (Jawa: Ngalap Barokah). Dihadiri setidaknya 130 alumni. Bisa diperhatikan di gambar.

Dalam puncak pembangunan kemarin, P. Sanusi (Wakil Bupati Kab. Malang) yang juga selaku alumni Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 mendatangkan bantuan berupa 200 Semen untuk pembangunan pesantren. Sayangnya, rencana kehadiran beliau harus digagalkan sebab adanya suatu kendala.

Pembangunan Pondok Pesantren Putri dibantu 130 Alumni
Semangat Bahu Membahu para Alumni HISANIYAH
Proses pembangunan berjalan dengan khidmat dan sesekali terselip canda tawa para alumni seakan bernostalgia akan masa-masa di mana mereka nyantri dahulunya. Mungkin juga menyesali masa indah yang seharusnya digunakan betul dahulunya.

Lokasi gedung baru ini bertempat di bagian atas dapur rumah (jawa: Ndalem) Nyai Sepuh dan tepat di bagian belakang ndalem KH. Nasihuddin Khozin. Sementara untuk penggunaanya sendiri, khusus diperuntukkan sebagai kamar para santriwati.

Pembangunan asrama baru ini rencananya akan dirampungkan dalam satu bulan kedepan. Harapan dewan pengasuh, dengan adanya asrama baru guna menampung jumlah santri yang kian tahun semakin bertambah ini dapat meminimalisir adanya keluhan baik dari santriwati maupun wali santri akan fasilitas daya tampung yang kurang memadai.

Dan semoga pilihan ini adalah pilihan yang tepat serta dapat direstui para masyayikh Allaahumma Ighfir Lahu. Serta dapat mencetak santri yang lebih berkualitas lagi dengan ditambahnya fasilitas yang kian mendukung. [Red]

Thursday, 1 February 2018

Gerhana Bulan? Antusias Sholat Gerhana Santri Raudlatul Ulum 1

Gerhana Bulan? Antusias Sholat Gerhana Santri Raudlatul Ulum 1
Antusias Santri Sholat Gerhana Bulan
Dengan tersebarnya info oleh badan peneliti bulan baik dari kalangan pemerintah, organisasi masyarakat maupun lembaga terkait akan terjadinya fenomena gerhana bulan kemarin (31 Januari 2018), menjadi sebuah kabar asyik bagi kalangan kaum bersarung Raudlatul Ulum 1.

Semenjak terdengar kabar akan datangnya gerhana bulan, santri ppru 1 menjadi seakan terbius virus kegirangan. Sayangnya kegirangan itu adalah praduga bahwa akan diadakan sholat gerhana bulan, sedangkan jika diadakan gerhana bulan, maka kegiatan musyawarah malam akan diliburkan.

Malam hari kamis, tepat sesaat setelah pelaksanaan sholat isya' pun sholat gerhana bulan dilaksanakan atas instruksi serta inisiatif dari kepala pesantren dan dewan pengurus. Pelaksanaan sholat gerhana diikuti oleh para santri Raudlatul Ulum 1. Baik santri putra maupun santri putri. 

Santri putra melaksanakan sholat gerhana bulan di Musholla, sedang santri putri bertempat di Aula  utama lantai dua.

Kepala pesantren, Gus Abdur Rohim Sa'id menjadi imam sholat pada pelaksanaannya. Sedang Ust. Khoiron Halim menjadi khotib sholat Husuf. Semua berjalan lancar serta khidmat. Mengingat pelaksaan sholat gerhana bulan kemarin adalah kali pertama diadakannya di pondok pesantren Raudlatul Ulum 1 semenjak tahun 2010.

Ustadz. Khoiron Halim menyampaikan dalam khutbahnya, "Ketahuilah wahai santri, bahwa terjadinya gerhana bulan ini bukan merupakan karena kematian seseorang, atau kelahiran seseorang (Baik Ulama' bahkan Nabi sekalipun). Melainkan adalah salah satu dari berbagai banyak tanda kebesaran Allah SWT". 

Harapan segenap dewan pengurus kedepannya, setiap kali terjadi fenomena alam. Maka harus diadakan praktik langsung sesuai yang telah dijelaskan tata cara ibadahnya dalam kitab klasik yang dipelajari sehari-hari. Dan juga sebagai bahan evaluasi praktikum dari pada materi yang hampir setiap waktu diajarkan di Pesantren.

Namun sayangnya. luapan kegembiraan santri akan dugaan kuat bakal diliburkannya kegiatan musyawarah malam karena pelaksanaan sholat gerhana bulan terhapus kerut dahi. Pasalnya, lima menit selepas dibubarkannya jamaah sholat gerhana, bel musyawarahpun terbunyi dengan lantang menyapa setiap sudut ruang kompleks pesantren. Sungguh kegagalan yang berkah.

Saturday, 30 December 2017

Haul KH. Yahya Syabrowi ke-30 Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1

Haul KH. Yahya Syabrowi ke-29 Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1

Haul KH. Yahya Syabrowi ke-30 Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1

Oleh: Syifa'ur Romli

PPRU 1 News
-Hujan dengan derasnya mengguyur tanah Desa Ganjaran dan sekitarnya. Pada hari dimana bertepatan dilaksanakannya haul KH. Yahya Syabrowi ke-30. Tepatnya hari Kamis, 21 Desember 2017. Dalam pelaksanaan haul masyayikh kemarin, adalah bertepatapa dengan wafatnya pendiri sekaligus pengasuh pertama Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, para hadirin yang diundang menghadiri acara haul itu terdiri dari undangan utama (para masyayikh desa Ganjaran), undangan umum dan para santri. Hanya berbeda dalam segi pelaksanaannya. Yakni dilaksanakan dengan sederhana (bukan Haul Akbar).

Ada hal menarik yang menjadi kesan dalam pelaksanaan haul masyayikh kemarin. Antara lain dimana mulai tahun 2012, haul dilaksanakan dalam cuaca terang dan bersahabat. Namun berbeda untuk pelaksanaan kemarin sebab hujan yang menyelimuti rangkaian acara semenjak awal. Namun, hal tersebut menjadikan haul kemarin berjalan dengan khidmat dan penuh kerinduan kepada sang kiai.

Setelah pembacaan tawassul yang dipimpin oleh KH. Mukhls Yahya, pembacaan yasin dipimpin oleh KH. Abdul Malik. Dan dilanjut dengan tahlil oleh KH. Abdur Rosyid dan ditutup dengan pembacaan do'a oleh KH. Abdus Syakur. Semua berjalan dengan syahdu dengan alunan nada hujan yang tak hentinya menyapu atap.

Hujan baru berhenti sesaat setelah acara ramah tamah berlangsung. Menurut Ust. Khoiron Halim S.Pd, turunnya hujan seakan menandakan bahwa bumi pun ikut merindu akan kepergian sang kiyai semenjak tahun 1987 silam. Dimana, semua mata yang tak pernah menangis menjadi mengalir dan semua hati yang tak pernah lentur akan menjadi luluh menyesalkan kepergiannya. Semoga kita senantiasa diakui beliau sebagai santrinya. Amiin. Allaahumma Ighfir Lahu Warhamhu Wa'aafihi Wa'fu 'Anhu.

@Divisi_Publikasi PPRU 1

Monday, 25 December 2017

Waspada Hujan Susulan, Datangkan Lebih Banyak Penyakit-PPRU1

Waspada Hujan Susulan, Datangkan Lebih Banyak Penyakit

Oleh: Syifa’ur Romli

Waspada Hujan Susulan, Datangkan Lebih Banyak Penyakit-PPRU1
Kompleks PPRU1 Tampak dari Atas Aula
Oleh: Syifa'ur Romli

Musim hujan sudah menjadi hal yang wajar untuk bulan-bulan akhir dalam setiap penghujung tahun. Pada tahun ini saja, setiap daerah di Indonesia tak lepas dengan musim hujan yang terus menerus mengguyur bumi Khususnya Kabupaten Malang.

Hujan di daerah Gondanglegi mulai sering terjadi pada awal bulan Oktober, 2017. Dan akan terus berlangsung sampai akhir bulan Januari, 2018. Gejala alam berupa hujan ini sangat dikhawatirkan mendatangkan lebih banyak gejala di setiap daerah yang terlanda, khususnya Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 Ganjaran.

Menurut pengamatan pengurus yang juga merangkap jabatan sebagai bagian kesehatan, Ust. Nurul Imam menegaskan bahwa sepanjang musim hujan yang mengguyur desa Ganjaran mulai awal bulan Oktober kemarin, para santri Raudlatul Ulum telah banyak menderita gejala penyakit antara lain: Gatal disertai nanah, Influenza dan diare.

Hujan susulan yang mungkin lebih besar lagi dihawatirkan dapat mendatangkan lebih banyak penyakit membahayakan kesehatan santri. Terlebih penyakit-penyakit yang dapat mudah menuar seperti penyakit kulit, tifus dan infeksi saluran pernafasan. Sebab, melihat kondisi lingkungan pesantren yang sangat memungkinkan untuk menjadi sarang penyakit.

Dengan adanya prediksi tersebut, pihak pengurus Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 mulai memperhatikan kebersihan para santri khususnya dalam menjaga tempat sampah dan baju-baju untuk selalu diwaspadai oleh santri agar selalu bersih. Sebab, 75% penyakit menular yang sering terjadi di pesantren disebabkan kelalaian dalam menjaga pakaian. “Jika dibiarkan kotor lalu dicampur dengan pakaian bersih milik temannya tentunya akan lebih bahaya untuk menular” Ujar Ust. Umar, pengurus bidang Kebersihan dan Pengairan Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1.

Upaya demi upaya mulai dilakukan segenap pengurus pusat dan pengurus daerah Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 untuk ikut serta saling mejaga kebersihan dan kesucian Pondok Pesantren. Mulai dari imbauan, penanganan, dan tindakan. Terlebih jika di musim hujan, sebagian besar lantai di kompleks pesantren terlihat sangat kotor.

Dalam hal ini Wakil Kepala Pesantren, Ust. Abdur Rofiq S.Pd berpendapat ketika dimintai keterangan oleh Tim Publikasi Raudlatul Ulum 1 “Kami rasa gejala musim hujan seperti halnya saat ini merupakan masalah yang harus ditangani secara serius. Sebab, jika diremehkan sedikit saja, maka wabah penyakit menular akan berkepanjangan dan tentunya dapat meresahkan semua pihak pondok pesantren”.

@Tim_Publikasi PPRU1

Saturday, 21 October 2017

Dua Santri PPRU 1 Mengukir Sejarah Lama di MQK tingkat Provinsi

Dua Santri PPRU 1 Mengukir Sejarah Lama di MQK tingkat Provinsi
Syifa'ur Romli dan Muhammad Anas
Raudlatul Ulum 1-Minggu, (15 Oktober 2017) hari itu adalah sejarah baru yang telah lama pudar di ajang perlombaan resmi antar pondok pesantren se-Jawa Timur.  Pasalnya, dua orang santri Raudlatul Ulum 1 di antaranya, Syifa’ur Romli dan Muhammad Anas berhasil menyumbangkan dua tropi dalam perlombaan tersebut. Dengan perolehan tropi Juara I Marhalah wustha Bidang Akhlaq dan Juara III Marhalah Wustho bidang Ushul Fiqh. Bertepatan sejak tanggal 13-15 Oktober 2017 yang bertuan rumah di PonPes Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto.

    Keberhasilan yang sama dalam perlombaan resmi yang digelar rutin tiga tahun sekali oleh Kementrian Agama dengan nama Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) se-Jawa Timur itu terakhir kali diraih pada tahun 2010 lalu. Dimana pada saat itu ada beberapa nama yang turut mengharumkan nama baik PPRU 1 antara lain Ust. Abdur Rosyid Juara I Marhalah Ulya bidang Fiqih, Ust. Abdur Rofiq Juara II Marhalah Ula bidang Nahwu, Ust Khoiron Halim Juara II Marhalah Ulya bidang Tafsir dan Ust. Muslimat Juara II Marhalah Ula bidang Tarikh yang diselenggarakan di Probolinggo.

    Setelah keberhasilan tahun 2010 lalu, delegasi PPRU 1 gagal di kancah Provinsi di MQK ke-IV di PonPes Nurul Cholil, Bangkalan, Madura. Dan akhirnya berhasil bangkit kembali pada tahun ini. Dua dari empat delegasi perwakilan PPRU 1 dan sekaligus mewakili Kabupaten Malang. “Suatu kebanggaan bagi kita semua, telah mengharumkan nama baik PPRU 1” Komentar Gus. Abdur Rohim Sa’id, Kepala PonPes Raudlatul Ulum 1.

    Dalam perjalanannya, MQK merupakan seleksi dari berbagai tahap untuk mencapai tingkat Provinsi dan Nasional. Mulai dari seleksi perlombaan antar PonPes se-Kab. Malang, Juara 1 dari masing-masing bidang kitab diambil untuk mewakili Kabupaten Malang  dan dilombakan kembali pada tahap kedua yaitu Wilayah Kerja (Wilker) dimana ada 7 perwakilan Kabupaten dan kota. Dari 14 perwakilan PPRU 1, empat diantaranya lolos ke tingkat Provinsi Jawa Timur. Dan dari empat delegasi santri PPRU 1 tersebut, hanya dua orang yang berhasil mendapatkan tropi.

    Pada pemenang 1, 2 dan 3, nantinya akan diadakan seleksi ulang untuk bisa menuju kancah Nasional. Dimana satu perwakilan masing-masing bidang kitab yang telah lolos seleksi, akan mewakili provinsi Jawa Timur untuk dilombakan dengan 37 Provinsi se-Indonesia di Jepara, bulan November mendatang.

    Di pundak kedua nama yang telah memperoleh peringkat inilah ditaruh beban yang lebih  berat lagi untuk bisa lolos dalam seleksi ulang serta mampu menembus tingkat Nasional untuk bisa mengharumkan nama baik PonPes Raudlatul Ulum 1 Malang. Sebab, kedua jawara tersebut masih berpeluang besar untuk bisa lolos dalam seleksi ulang nanti. Ust. Abdur Rofiq (sebagai: Official) dalam MQK tahun ini berpendapat, “Tentunya kami semua berharap ke-dua pemenang MQK se-Jawa Timur ini dapat lolos kembali dalam seleksi ulang sebagai perwakilan menuju tingkat Nasional nanti”.

Oleh: Ihya’ul Ulum
@_Publikasi

Saturday, 30 September 2017

Gus Mubarok dan Ning Raudlah Bersatu di Pelaminan

   
Gus Mubarok dan Ning Raudlah Bersatu di Pelaminan
Keluarga Besar KH. Mukhlis Yahya
Minggu, (4 September 2017) kemarin, mungkin menjadi hari dimana tercatat kembali sejarah paling berkesan di dalam dunia kepesantrenan di desa Ganjaran. Pasalnya, pada hari itulah dilangsungkan pernikahan antara putri pertama KH. Mukhlis Yahya yaitu Ning Hilyatud Diniyah dengan Putra ke-4 dari KH. Ahmad Sarimin.

    Bagaimana tidak, keduanya merupakan buah hati dari pengasuh pondok pesantren yang berbeda. Pondok pesantren Raudlatul Ulum 1 dan pondok pesantren Al-Mubarok Ganjaran selatan (Madura: Jar Laok).  Rencana untuk menyatukan keharmonisan serta kerjasama antar pesantren Ganjaran yang telah lama didambakan ini akhirnya dapat terwujud. Sebab, hampir seluruh pondok pesntren yang berada di radius desa Ganjaran satu sama lain memiliki ikatan kekerabatan. Hanya pondok Al-Mubarok yang masih belum bersatu.

    Resepsi yang didahului pertama kali di kediaman (Ndalem) mempelai pengantin putri ini berlangsung sangat meriah. Dengan rangkaian acara penempatan khotmil Qur’an pada pra resepsi yakni hari Sabtu, kemudian dilanjut dengan rangkaian acara pernikahan di hari Minggu sampai Senin. Kemeriahan semakin mengental dimana malam pertama dan kedua dari resepsi tersebut dimeriahkan dengan penampilan Orkes Gambus Religi dari personil Al-Khozini Queen dengan  Al-Madinah.

    Diambil dari  catatan kepanitiaan dalam resepsi pernikahan tersebut terdaftar, bahwasannya tamu undangan yang hadir dalam acara tersebut mencapai angka 1400 untuk undangan putra, serta 1250 untuk  undangan putri. Seluruhnya tergabung dari para kiyai, alumni, tokoh masyarakat serta undangan biasa. Ustadz Abdur Rofik selaku ketua panitia dalam acara tersebut berkomentar “Saking meriahnya acara resepsi pernikahan ini, bahkan melebihi kemeriahan Khaul Akbar Masyayikh. Baik dari konsep acara, tamu undangan yang hadir serta suasana kemeriahan yang terjadi”.

    Kepanitiaan yang dibentuk dalam acara ini selurunya tergabung dari para santri putra-putri dari kalangan pengurus, santri, serta alumni terdekat. Sekitar 60 personil panitia dikerahkan demi mensukseskan acara besar itu. SEbagian diantaranya antara lain, among tamu, penerima tamu, seksi cuci piring (Madura: Rakora), angkat barang sampai petugas parker. Koordinator dari seksi cuci piring yakni Ustadz Ni’matul Khoir berujar “Banyaknya perabotan yang harus kami bersihkan setiap waktu sampai-sampai membuat personil kami yang berjumlah sepuluh orangpun kewalahan. Luar biasa”.

    Masing-masing dari kedua keluarga dari mempelai pengantin ini merasa sangat bersyukur atas bersatunya keturunan mereka. Sebab, dengan jalur menyambung tali kekerabatan ini diharapkan adanya persatuan serta kesatuan dan keharmonisan antar pesantren serta para tokoh kiyai di desa Ganjaran. Serta tidak ada lagi perpecahan yang diakibatkan ketidak akraban dari pihak pesantren manapun.

Oleh: Syifa'ur Romli
Jangan Lupa Share Nggeh.