Raudlatul Ulum 1

Menatap Masa Depan, Menggenggam Ajaran Salaf

Breaking

Thursday, 31 December 2020

Seklumit Tentang Syariat

 Seklumit Tentang Syariat

Oleh: Abilu royhan

Banyak dari orang beragama yang tidak mengetahui bahwa semua aturan yang mereka lakukan itu banyak dampak dan cerita yang tidak diketahui. Mereka tidak tahu dengan beberapa kemungkinan. Pertama memang dia tidak belajar dan mencari alasannya. dia merasa puas hanya menjadi abid saja dan tidak begitu ingin menjadi abid yang alim. Kedua memang mungkin dia tidak ingin mencari alasan dengan dalil “semua aturan-aturan dalam agama itu sudah di tentukan oleh Allah SWT dalam alquran dan dijelaskan oleh Rosulullah SAW dalam hadits. Kita cukup taat melakukan perintah itu dan menjauhi apa yang dilarang. Maka kita tidak usah mencari alasan-alasannya. Karena kalau kita masih mencari alasan-alasan dari perintah-perintah tersebut, maka iman kita masih belum sempurna karena kita tidak sepenuhnya menjalankan aturan-aturan tersebut dengan ikhlas” ya.. memang seperti itu.

      Tapi sebagai manusia yang beragama dan masih bisa dikatakan ‘imannya masih tipis’. Maka tidak ada salahnya jika kita mencari alasan-alasan, cerita ataupun hikmah atas perintah agama. Dengan demikian, kemungkinan besar kita lebih bersemangat dalam menjalankan perintah-perintah-Nya. Bukan tidak ikhlas. Bukankah tingkatan ikhlas itu ada tiga. Yang pertama melakukan sesuatu murni karena mencari ridho Allah, tidak mengharapkan pahala dan bukan karena takut akan siksa. Yang kedua melakukan sesuatu karena mencari pahala dan takut kepada Allah. Termasuk juga mencari-cari alasan atau hikmah supaya lebih semangat dalam beribadah kepadanya. Dan yang ketiga melakukan sesuatu karena untuk mendapatkan materi dunia seperti membaca surah Al-waqi’ah  agar rizkinya lancar, dan yang terakhir ini dia tidak mendapat pahala dari apa yang dia lakukan kecuali dunia saja.

Dengan demikian tidaklah masalah jika kita mencari alasan, cerita ataupun hikmah. Baik dalam bidang fiqh, diantaranya dalam pembahasan najis. Yakni dalam masalah najis, bahwa najis itu ada tiga tingkatan yaitu mukhoffafah, mutawassithoh dan mugholladhoh. dan dalam najis mukhoffafah ini adalah air kencingnya anak laki-laki yang belum genap berumur dua tahun dan masih belum makan atau minum sesuatu kecuali air susu ibu (ASI). Sedangkan air kencingnya anak perempuan itu masuk najis mutawassithoh, meskipun belum makan sesuatu apapun. Mengapa? Sebagian ulama memberi alasan bahwa air kencingnya anak laki-laki itu lebih encer daripada anak perempuan, maksudnya lebih kental atau lebih pesing air kencing anak perempuan daripada anak laki-laki, dan itu terbukti oleh sebagian pengurus senior putra bidang perairan ketika memperbaiki saluran air yang mati di kamar mandi putri “baunya beda, lebih menyengat disana” begitulah kira-kira kata beliau. Dan alasan yang lain yakni kecenderungan seseorang itu lebih senang menggendong anak laki-laki daripada menggendong anak perempuan. Dan masih banyak lagi alasan tentang hal ini.

       Contoh yang lain dalam bidang ilmu fiqh ketika seusai melakukan sholat subhuh di makruhkan untuk melakukan sholat, begitu juga seusai sholat ashar. Alasannya karena pada saat terbit dan tenggelamnya matahari, matahari itu berada di atas tanduk setan dan pada saat itu juga orang-ornag kafir menyembah matahari. Supaya tidak sama dengan orang kafir dalam waktu penyembahan pada Tuhan. Dan juga makruh melakukan sholat pada waktu istiwa. Alasannya karena  pada saat itu neraka jahannam sedang dibakar. Sehingga pada saat itu hawanya sangat panas. Dan jika sholat pada saat itu akan menganggu konsentrasi dan kekhusyukkan sholat.

       Adapun dalam bidang doa-doa yang di ajarkan, itu juga ada alasan dan hikmahnya. Seperti ketika seseorang hendak tidur dianjurkan membaca basmalah duapuluh satu kali. Tujuan atau faidahnya yaitu karena orang yang membaca basmalah duapuluh satu kali ketika hendak tidur maka pada waktu itu dia akan di jaga oleh Allah dari godaan setan, rumahnya dijaga dari kejahatan pencuri, di selamatkan darimati mendadak dan bahaya-bahaya yang lain. Contoh lain yakni ketika menjelang sore dianjurkan membaca empat surah. Pertama surah assyams, karena orang yang membaca surah tersebut ketika menjelang sore maka dia akan diberi pemahaman dan kecerdasan yang kuat dalam menyelesaikansegala hal. Kedua surah allail, karena orang yang membaca surah tersebutketika menjelang sore maka dia akan dijaga aibnya, sehingga tidak di ketahui orang lain. Ketiga surah alfalaq, karena orang yang membaca surah tersebut ketika menjelang sore maka dia akan dijaga dari keburukan. Keempat surah annas, karena orang yang membaca surah tersebut ketika menjelang sore maka dia akan dijaga dari bahaya dan di jauhkan dari godaan setan. Dan barang siapa melanggengkan empat bacaan di atas maka dia akan di lancarkan rizkinya bagai hujan. Dan tentunya itu semua atas izin Allah SWT.

Sedangkan dalam bidang ilmu nahwu, ada cerita bahwa salah satu ulama nahwu yang masyhur dan pendapatnya telah diikuti banyak ulama ilmu nahwu yang lain yaitu Imam Sibawaih. Beliau bermimpi, dalam mimpinya beliau diberi kemuliaan yang agung oleh Allah SWT. Disebabkan Imam Sibawaih telah memberi komentar bahwa lafadz Allah (lafdzul jalalah) itu a’roful ma’arifyakni paling makrifat di atas isim makrifat yang lain, yakni isim dlomir dan yang lainnya.

       Dan masih banyak lagi alasan, cerita ataupun hikmah dalam bidang ilmu yang lainnya. Dengan semua itu diharapkan kita semakin semangat dalam belajar dan beribadah kepada Allah SWT. Dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

No comments:

Post a comment