Kamis, 13 Juni 2019

SANTRI UNTUK DESA SANTRI



Menjadi Kepala Desa pada saat ini tidak hanya perkara memenangi pemilihan saja. Visi dan misi harus jelas dari tiap calon dan tentu saja tidak sekedar janji yang bermuara pada pengingkaran. Sebab, kesejahteraan ekonomi warga desa memiliki peran yang sangat penting atas pembangunan negeri.

Situasi desa jaman sekarang berbeda dari yang tempo dulu sebelum UU Desa dibuat. Jika dahulu pedesaan ditempatkan pada pos-pos bagian paling belakang dengan porsi bantuan yang terbilang sedikit, dan kurang terurus secara serius, sehingga perangkat desa hanya berkutat pada masalah-masalah administratif belaka, maka di masa kini perangkat desa diandaikan tidak saja lihai mengelola manajemen administrasi, tetapi juga harus memiliki konsep yang jelas untuk kesejahteraan warga. Karena perhatian pemerintah pusat terhadap perkembangan desa-desa yang dibuktikan dengan ragam bantuan, disamping perlu diolah berlandaskan nilai-nilai juga butuh kompetensi dari segenap jajaran perangkat desa.

Itu artinya di masa-masa mendatang, Kepala Desa tidak hanya tampil sebagai pemuka masyarakat, tetapi lebih dari itu ia di tuntut dapat memerankan diri sebagai pemimpin struktural sekaligus kultural.

Apalagi perkembangan desa saat ini terbilang pesat. Dalam bidang ekonomi, misalnya, sekat desa dan kota kini tidak terlalu menganga. Selain karena besaran bantuan yang cukup prospektif, masyarakat pedesaan sebagaimana perkotaan juga diuntungkan oleh adanya perkembangan media sosial.  Penggunaan dan penguasaan internet bukan lagi monopoli masyarakat kota, namun telah menjalar kepada hampir semua penduduk pedalaman.

Oleh karenanya, jika perangkat desa mampu mendorong masyarakat untuk lebih kreatif lagi dalam menggunakan internet, maka jarak ekonomi desa dan kota semakin tipis.

Terlebih desa Ganjaran yang beberapa tahun silam ditetapkan dan diresmikan sebagai "Desa Santri", maka sosok Kepala Desa di wilayah yang memiliki 18 pesantren itu diimpikan pribadi yang mempunyai kemampuan-kemampuan antara lain:
1. Menjunjung, mempertahankan dan mengedepankan tinggi nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.
2. Mengkoordinasikan sekaligus mengkomunikasikan kepentingan-kepentingan antar semua unsur yang ada di desa.

Tentu saja periode jabatan tidak akan mampu menampung kepuasan setiap pihak, tetapi paling tidak terdapat aspirasi rakyat yang bisa diwujudkan, terutama dalam bidang pemberdayaan ekonomi, pemerataan pendidikan dan sistem hidup berbasis keagamaan.

Oleh karena itu pada Pilkades kali ini, merupakan cerminan dari masyarakat desa Ganjaran. Dari proses seleksi calon Kepala Desa ini akan diketemukan corak masyarakat yang benar-benar menjadi warga desa disebut-sebut sebagai "Desa Santri".

Bukan soal sosok yang maju sebagai calon, tetapi bagaimana tahapan demi tahapan pemilihan dilaksanakan sesuai nilai-nilai agama yang hingga kini diagung-agungkan. Secara sederhana dapat dikatakan, mampukah masyarakat desa Ganjaran mempraktikkan cara memilih pemimpin sesuai ajaran Islam ?

Sebab mencermati masing-masing calon yang telah siap merebut suara masyarakat, seluruhnya diyakini memiliki bekal keagamaan yang sudah mumpuni, walaupun dari sisi kompetensi keilmuan beragam. Tetapi paling tidak, masing-masing calon pernah mengenyam pendidikan berbasis agama.
~~~
SANTRI UNTUK DESA SANTRI

Berikut riwayat singkat keempat calon Kepala Desa Ganjaran:
***

Calon 01
Nama: Syaifulloh
Tempat/Tgl Lahir: Malang, 3 Juni 1987.
Alamat: Jl. Sumber Agung Ganjaran RT/RW: 32/4.
Istri: Imriti
Anak:
1. Muhammad Shonhaji.
2. Sayyidah Fatimah Azzahra.
Pendidikan Terakhir: IAI Al-Qolam.
Pengalaman Organisasi:
1. Anggota BEM IAI Al-Qolam 2007-2008.
2. Ketua Pengurus PP Raudlatul Mubtadiin 2006-2008.
***

Calon 02
Nama: Ali Shodiqin.
Tempat/Tgl Lahir: Malang, 14 Agustus 1980.
Alamat: Ganjaran RT/RW: 38/04.
Istri: Mutmainnah.
Anak:
1. Muhammad Badruttmam.
2. Syifa Maulani Azizah.
Pendidikan terakhir: MA Raudlatul Ulum.
Pengalaman organisasi:
1. IPNU.
2. Pramuka.
3. Bakti Husada, Baladika Jaya, dan beberapa kegiatan sosial lainnya.
***

Calon 03
Nama: Sinweni
Tempat/Tgl Lahir: Malang, 08 Februari 1982.
Alamat: Ganjaran RT/RW: 22/03.
Istri: Innas Shofa.
Anak:
1. Elina NF.
2. M. Hasbiallah al-Barizi.
3. Ahmad Assapura
Pedidikan terkahir: MA. Raudlatul Ulum.
Pengalaman Organisasi:
1. GP Ansor Ganjaran Gondangleg Malang.
***

Calon 04
Nama: Moh. Saiful.
Tempat/Tgl Lahir: Malang, 12 April 1985.
Alamat: Ganjaran.
Istri: Lailatul Alfia.
Pendidikan Terakhir: MA Raudlatul Ulum.
Pengalaman Organisasi:
..............
~~~
SANTRI UNTUK DESA SANTRI


Persoalan pilihan sepenuhnya berada di dalam hati nurani masyarakat desa Ganjaran. Tetapi jika proses Pilkades kali ini dikotori oleh perilaku kotor, maka pasti cerita akhirnya akan menghasilkan hal kotor pula.

Kondisi Pilkades saat ini adalah cermin dari masyarakat "Desa Santri".
~~~
Semoga berkah.
Penulis: Nilamic Tanjung
Editor: Gus Mad
Previous Post
Next Post

Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 adalah pesantren salaf yang didirikan oleh KH. Yahya Syabrowi, Menggenggam Ajaran Salaf, Menatap Masa Depan

1 komentar: