Sabtu, 24 Februari 2024

Sambut Malam Nisfu Syaban, PPRU 1 Putra Lakukan Pembacaan Surat Yasin 3 Kali

PPRU 1 News | Malam Nisfu Syaban disambut dengan khidmat di Musala Pondok Pesantren Raudlatu Ulum 1 Putra melalui pembacaan Surat Yasin sebanyak 3 kali. Acara pembacaan dipimpin oleh Ustaz Ikhwanul Arifin, pengajar dan Kabid Divisi Ubudiyah Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 Putra.

Pembacaan dimulai dengan tawasul, pembacaan Yasin yang dilakukan sebanyak 3 kali, kemudian doa untuk memohon syafaat kepada Allah SWT,. Keberkahan dan ampunan Allah SWT menjadi fokus utama dalam perayaan ini.

Santri pondok pesantren Raudlatul Ulum 1 Putra turut serta dalam pembacaan dengan penuh kekhusyukan dan ketekunan. Mereka memahami pentingnya momen ini dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Acara ditutup dengan doa bersama untuk memohon keberkahan, keselamatan, dan ampunan. Semoga amalan ini diterima dengan baik di sisi Allah SWT dan menjadi bekal kebaikan bagi semua yang hadir.

Selasa, 14 November 2023

Pemberangkatan Jamaah Umroh As-Saidy Berjalan dengan Lancar

 

PPRU 1 News | Pemberangkatan jamaah umroh As-Saidy pimpinan Dr. KH. Abdurrahman Said berjalan dengan lancar.

Foto: Jamaah umroh As-Saidy sebelum berangkat ke tanah suci

Pemberangkatan ini dijadwalkan akan berangkat pada Rabu (15/11) pukul 02.00 WIB dari PP. Raudlatul Ulum 1 Ganjaran.

Diketahui bahwa sebelum pemberangkatan, jamaah beserta keluarga sudah mulai berdatangan dan memadati area pesantren sejak pukul 23.55 WIB.

Ada 12 jamaah yang tercatat didata panitia pemberangkatan jamaah umroh As-Saidy 2023. 12 jamaah tersebut terdiri dari jamaah asal Kec. Gondanglegi, Sumbermanjing Wetan, Kalipare dan lain-lain.

Sebelum pemberangkatan, Gus Dur, sapaan akrab dari Dr. KH. Abdurrahman Said itu memberikan arahan-arahan terkait pelaksanaan ibadah umroh, memimpin pelaksanaan salat dan pemanjatan doa di musala Pondok Pesanttren Raudlatul Ulum 1 Putra.

Setelah kurang lebih 3 jam di musala, jamaah umroh yang semula direncanakan berangkat pada pukul 02.00 dini hari, harus berangkat pada sekitar pukul 03.00 dini hari dengan kumandangan adzan yang dilakukan oleh Fahmi As-Syairozi, santri asal Kalimantan Barat yang juga menjadi vokalis Majlis Selawat As-Syafaah dan Al-Burdah

*Oleh: Muhammad Farhan (Tim Media PP. Raudlatul Ulum 1)

Senin, 30 Oktober 2023

Tegas! Gus Abdurrohim Ultimatum Santri yang Melanggar

PPRU 1 News | Senin (30/10) menjadi malam yang tak biasa di PPRU 1 Ganjaran setelah tragedi kebakaran yang terjadi di pondok selatan.

Tak seperti biasa yang jika disetiap malam senin diisi dengan kegiatan ubudiyah, maka malam Senin kali ini diisi dengan mauidzhoh hasanah dan ultimatum dari Gus Abdurrohim selaku kepala pesantren Raudlatul Ulum 1 Putra terkait beberapa pelanggaran yang dilakukan beberapa santri putra akhir ini.

Foto: Gus Abdurrohim saat memberikan mauidzhoh hasanah

Seperti kabar yang telah tersebar dilingkungan pesantren yang juga meluas ke beberapa alumni luar daerah, bangunan selatan lantai 3 Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 mengalami kebakaran pada Minggu (28/10).

Setelah diselidiki, ditemukanlah 3 tersangka atas inisial FE, KA  dan K yang kesemuanya adalah santri aktif PPRU 1 Putra.

Menurut penyelidikan yang dilakukan oleh pihak keamanan Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 Putra bahwa diduga penyebab dari kebakaran yang sampai menghanguskan seluruh isi di lantai 3 tersebut berawal dari puntung rokok bagian timur bangunan lantai 3.

Dalam kesempatan tersebut, keluarga ndalem yang juga menjadi wakil dekan Fakultas Tarbiyah IAI Al-Qolam tersebut juga menyampaikan akan bahayanya melakukan pelanggaran di pondok.

“Kalau di pondok mencuri jarum maka ketika pulang (bisa saja) mencuri jaran (baca: kuda)” ungkap beliau di tengah mauidzhoh.

Selain itu, keluarga ndalem yang diamanahi menjadi kepala pesantren tersebut juga memgultimatum para santri yang melanggar dengan peringatan yang akan terjadi kelak di akhirat.

“Silahkan saja kalian tidak mengaku melanggar ketika ditanya. Tapi ingat! Besok CCTV tuhan itu akan diperlihatkan kepada kita secara bersama-sama.” Pungkas beliau.

*Oleh: Muhammad Farhan (Tim Media PP. Raudlatul Ulum 1)

 


Senin, 23 Oktober 2023

Resepsi Puncak, Keluarga Ndalem Jelaskan Makna dari Tema Haul Akbar ke-36

 

Foto: KH. Nasihuddin saat menjelaskan makna dari tema Kyai Yahya Memanggil

PPRU 1 News | Resepsi puncak acara Haul Akbar ke-36 dan Reuni Nasional sukses digelar PPRU 1 pada Minggu (22/10) yang bertepatan dengan Hari Santri Nasional.

Resepsi puncak ini selain dihadiri oleh beberapa tokoh Desa Ganjaran, juga dihadiri oleh Bupati Malang, Bapak Sanusi.

Resepsi puncak ini berlangsung dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sambutan-sambutan, pembacaan hasil Halaqoh Pesantren, penyampaian wawasan, pembacaan hasil Rakernas, tahlil dan doa.

Sambutan disampaikan oleh 3 perwakilan komponen. Perwakilan alumni oleh Dr. KH. Abdul Basit, MA., perwakilan tokoh oleh Drs. H. Muhammad Sanusi dan perwakilan dari keluarga ndalem oleh KH. Nasihuddin Al-Khuzaini.

Selain ucapan terimakasih dan permintaan maaf, dalam sambutannya, KH. Nasihuddin Khozin yang menjadi perwakilan dari keluarga ndalem menyampaikan secara implisit mengenai tema yang diambil pada Haul Akbar kali ini.

Panjenengan jangan hanya memahami apa disampaikan oleh abah abdul basit dan abah sanusi tersebut secara dzohirul lafdzinya saja. Melainkan penjenengan juga harus meyakini bahwa apa yang disampaikan oleh abah abdul basit dan abah sanusi tersebut sebagai panggilan imajiner.

Saya dan panjenengan membayangkan bahwa Kyai Yahya memanggil kita. Kita datang dengan tertatih-tatih. Kita datang dengan membungkuk. Lalu Kyai Yahya berbisik kepada kita: kamu adalah anakku dan anakmu adalah anakku,” demikian ungkap beliau.

Setelah acara sambutan, pembacaan hasil Halaqoh Pesantren, penyampaian wawasan dan pembacaan hasil Rakernas selesai, KH. Ahmad Hariri Yahya memimpin tahlil yang kemudian dilanjutkan dengan pemanjatan doa yang dipimpin oleh nyai sepuh, Nyai HJ. Mamnunah Yahya.

*Oleh: Muhannad Farhan (Tim Media PP. Raudlatul Ulum 1)

Sabtu, 21 Oktober 2023

Haul Akbar, “Lautan” Manusia Banjiri Maqbarah Masyayikh

 

Foto: Peziarah yang meluber hingga ke dalam Masjid As-Syafiiyah

PPRU 1 News | Lautan manusia membanjiri maqbarah masyayikh yang berada tepat di selatan Masjid As-Syafiiyah pada Minggu, 22 Oktober 2023.

Acara ini merupakan agenda rutin yang selalu dilakukan pada setiap Haul Akbar sebelum acara puncak dimulai yang pada tahun ini, acara ziarah ini dilaksanakan setelah apel peringatan hari santri selesai.

Para peziarah berangkat bersama dari Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 pada jam 09.00 WIB. Ada sekitar 4000 peziarah membanjiri maqbarah masyayikh yang memadati lokasi maqbarah dan beberapa titik Masjid As-Syafiiyah.

Selain santri/wati, acara ziarah maqbarah masyayikh ini diikuti oleh seluruh pengurus, alumni dan simpatisan.

KH. Mukhlis Yahya selaku dewan pengasuh PPRU 1 memimpin langsung pembacaan tawasul, khataman AL-Qur’an, tahlil dan doa.

*Oleh: Muhammad Farhan (Tim Media PP. Raudlatul Ulum 1)

Penuh Semangat, Upacara Hari Santri PPRU 1 Diikuti Oleh Dewan Pengasuh, Santri, Alumni dan Simpatisan

 

PPRU 1 News | Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 sukses laksanakan upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Santri sekaligus menjadi rangkaian agenda dari Haul Akbar ke-36 dan Reuni Nasional pada Minggu (22/10).

Foto: Alumni sepuh yang tetap semangat mengikuti rangkaian acara Haul Akbar

Acara dilaksanakan di halaman SMKS Al-Khozini putra dengan diikuti dengan khidmah oleh para dewan pengasuh, santri/wati dan alumni.

KH. Abdul Manan selaku dewan pengasuh yang bertindak sebagai inspektur upacara, dalam amanat upacaranya berpesan bahwa pengrusakan dan penjajahan yang ada pada era sekarang bukan lagi seperti pada zaman dahulu

“sekarang, salah satu yang dapat merusak generasi kita adalah hal yang sering kita dekati pada setiap harinya. Handphone,” ucap beliau

Selain itu, dewan pengasuh yang menjabat sebagai kepala sekolah SMKS Al-Khozini tersebut juga menceritakan bagaimana upaya Bung Karno dalam mempertahankan kemerdekaan hingga terbitlah resolusi jihad yang digagas oleh KH. Hasyim Asy’ari, Rais Akbar PBNU sehingga para santri dan arek-arek Suroboyo pada waktu itu berapi-api dan membara untuk mempertahankan kemerdekaan yang diproklamirkan  Bung Karno dan Bung Hatta pada 17 Agustus 1945.

 *Oleh: Muhammad Farhan (Tim Media PP. Raudlatul Ulum 1)