Raudlatul Ulum 1

Menatap Masa Depan, Menggenggam Ajaran Salaf

Breaking

Saturday, 21 August 2021

Nyai Maftuhah: Contoh Doa Dan Usaha Yang Sungguh-Sungguh

Nyai Maftuhah: Contoh Doa Dan Usaha Yang Sungguh-Sungguh

Oleh: Gus Mad

~~~

Sebaiknya perawatan jenazah (memandikan, mengkafani, mensholati, menguburkan) ditangani oleh keluarga terdekat, semisal anak dan saudaranya. Begitulah selayaknya. Cuma biasanya mayoritas masyarakat seringkali memasrahkan kepada para tokoh atau pihak berwenang dari desa.

Pada perawatan Nyai Maftuhah Khozin, genap sudah jasad Dewan Pengasuh PP Raudlatul Ulum 1 Ganjaran Gondanglegi Malang itu di urus oleh tangan² putra²nya. Ning Habibah (ikut memandikan), Gus Nasihuddin (persaksian), Gus Ma'ruf (imam sholat) dan 2 putra + Gus Ghozali (mengebumikan).

Apa yang diabdikan anak² almarhumah itu cukup menuju sempurna. Kenapa? Diantara alasan yang paling tepat seperti diungkap sendiri oleh Nyai Maftuhah ketika meminta agar pihak yang mempersaksikan dirinya kelak saat wafat adalah putra²nya. Kata beliau: "Sebab yang paling tahu tentang aku adalah anak²ku."

Alasan lain adalah acapkali pengabdian tak berujung pada kesungguhan kecuali dari anak kepada kedua orang tuanya. Contohnya mensholati mayit. Secara bahasa sholat merupakan doa, berarti mensholati jenazah sama halnya mendoakannya. Sangat lumrah doa hanya berbentuk setengah hati, gara-gara yang didoakan merupakan orang lain.

Betapa dahsyat doa yang dipanjatkan buah hati dari jasad kaku yang telah melahirkannya, pasti terbesit kesungguhan yang kuat ketika memohon. Dalam peristiwa Nyai Maftuhah, hal yang ideal telah menjadi fakta.

__________

Selain pesan² yang disebutkan dalam sambutan atas nama keluarga oleh Gus Nasih, ternyata kakak dari ustadz Nawawi Bulupitu itu telah melakukan persiapan² menyambut alam baryakh.

Tanda² tersebut bisa dicermati dari beberapa hal yang dilakukan Nyai Maftuhah, antara lain:

- Beliau investasikan sebagian harta untuk kurban melalui putra²nya, dalam hal ini dipercayakan pada Gus Nasih. Dengan lugunya beliau menyatakan ingin hewan segagah yang dikurbankan Bupati Malang, kemudian keinginan itu mengundang tawa putra²nya karena ongkos yang dipunyai tidak sebanding.

- Beliau juga mengabadikan keuangannya lewat umroh. Konon, dana itu telah disalurkan melalui salah satu putranya, dengan perkataan: "Siapa pun dari anak²ku yang umroh, aku ikut."

Anak mana yang tega mengesampingkan niat manasik orang tua sementara ajal telah menjemput? Pasti akan dihajikan/diumrohkan sekalipun tanpa biaya. Nah, kala masih hidup, Nyai Maftuhah masih menitipkan dana untuk niat tersebut di saat putra²nya telah mapan.

- Konon, beliau masih sempat menitipkan "biaya selametan saat wafat".

- Saat berobat yang terakhir, putra yang mengantar beliau hanya mendengar suara "Alhamdulillah," sebelum tak sadarkan diri yang selanjutnya menghembuskan nafas terakhirnya.

__________

Pantas, dalam statusnya Gus Hasbullah Huda berkomentar:

"Nyai Maftuhah adalah contoh doa dan usaha yang sungguh². Semenjak alm. KH Mudjtaba masih ada, beliau sering bersilaturahmi sambil mengharap agar kelak ketika wafat bisa berdampingan dengan sang suami tercinta, alm. KH Khozin Yahya. Kini keinginan beliau terkabul, berjumpa dan berdampingan."

No comments:

Post a Comment